Statistik Mengkhawatirkan Yang Menelanjangi Rapuhnya Barcelona Era Hansi Flick di Liga Champions
Berita Olahraga Terkini – Barcelona kembali mengalami malam buruk setelah dihajar Chelsea 0-3 di Stamford Bridge. Hasil tersebut membuat perjalanan mereka di Liga Champions semakin berat. Blaugrana kini wajib memenangkan tiga pertandingan terakhir untuk menjaga peluang menembus delapan besar sekaligus mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar.
Kondisi ini sangat kontras dengan musim lalu, ketika Barcelona mampu finis di posisi kedua pada fase liga. Musim ini justru memperlihatkan penurunan tajam, terutama pada elemen yang sebelumnya menjadi kekuatan mereka.
Pertanyaan pun muncul: apa yang membuat Barcelona kini begitu mudah goyah? Jawabannya dapat ditemukan dalam satu data yang menggambarkan rapuhnya tim asuhan Hansi Flick terutama ketika bermain jauh dari kandang.
Baca Juga : Cetak Quattrick untuk Real Madrid, Kylian Mbappé: Semua Berkat Kerja Keras Rekan Setim!
Statistik yang Membongkar Masalah Barcelona
Menurut laporan Mundo Deportivo, problem utama Barcelona terangkum dalam satu angka: 24 gol bersarang ke gawang mereka dari 10 pertandingan tandang di Liga Champions selama masa kepelatihan Flick. Angka ini bukan hanya hasil musim ini, tetapi keseluruhan periode Flick memimpin Blaugrana di kompetisi elite tersebut.
Data tersebut menunjukkan betapa rentannya Barcelona setiap kali harus bertanding di markas lawan. Mereka masih bisa tampil solid di kandang sendiri, namun begitu menghadapi tekanan suporter lawan, organisasi pertahanan mereka seolah langsung runtuh. Produktivitas gol bukan masalah besar, tetapi mempertahankan keunggulan atau meredam tekanan lawan menjadi pekerjaan rumah terbesar.
Di musim pertama Flick, Barcelona sudah kebobolan dua kali saat bertandang ke Monaco dan Belgrade. Situasi memburuk ketika menghadapi tim kuat. Borussia Dortmund mencetak empat gol pada pertemuan Desember, sebelum menambah tiga lagi di laga berikutnya pada April. Bahkan ketika menang dramatis 5-4 atas Benfica di Lisbon, Barcelona tetap harus menelan empat gol.
Tak peduli level lawan baik raksasa Eropa maupun tim seperti Newcastle atau Club Brugge Barcelona selalu memberi ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang berbahaya. Pola kesalahan mereka berulang, sementara perbaikan nyata hampir tak terlihat.
Masalah terbesar bukan hanya jumlah gol yang masuk, tetapi cara Barcelona kehilangan kendali permainan. Dalam laga tandang, mereka terlihat kesulitan menghadapi serangan balik cepat, kerap gagal menjaga area kotak penalti, dan sering kesulitan keluar dari tekanan intens. Pendekatan ofensif Flick memang menjanjikan, tetapi struktur pertahanan tim ketika kehilangan bola masih jauh dari ideal.
Masalah Fundamental dan Celah untuk Bangkit
Kerentanan Barcelona saat bermain tandang menunjukkan bahwa mereka belum menemukan formula yang sesuai untuk Liga Champions. Bertanding di luar kandang membutuhkan organisasi yang disiplin, penguasaan ritme, serta ketenangan menghadapi tekanan tiga elemen yang masih belum dimiliki Barcelona sejak Flick datang.
Meski begitu, Blaugrana belum menyerah. Mereka berharap bisa meniru kebangkitan PSG musim lalu yang berhasil memperbaiki performa di tengah situasi sulit. Barcelona percaya bahwa dengan peningkatan struktur permainan dan efisiensi dalam momen krusial, harapan untuk bangkit masih terbuka.
Tantangan mereka kini sangat jelas: tampil hampir tanpa cela dalam tiga laga penentuan. Misi ini berat, tetapi bukan tidak mungkin. Flick dan para pemainnya harus segera menyeimbangkan gaya menyerang agresif dengan pertahanan yang solid. Jika gagal, perjalanan mereka di Liga Champions bisa berakhir lebih cepat dari yang diinginkan.
Barcelona kini berada di persimpangan. Statistik telah membeberkan kelemahan mereka, tetapi bagaimana mereka merespons data tersebut akan menentukan arah musim ini.
Sumber : Bolanet
