Timur Kapadze Bisa Bangkitkan Tradisi Era Luis Milla dan Shin Tae-yong?

Timur Kapadze Bisa Bangkitkan Tradisi Era Luis Milla dan Shin Tae-yong?Timur Kapadze berpeluang mengulang tradisi era Luis Milla dan Shin Tae-yong dengan menyatukan tim senior dan kelompok usia Timnas Indonesia.

Timur Kapadze Bisa Bangkitkan Tradisi Era Luis Milla dan Shin Tae-yong?
Berita Olahraga Terkini – Nama Timur Kapadze mulai muncul sebagai calon kuat pelatih baru Timnas Indonesia. Bila PSSI benar-benar menunjuk pelatih berusia 44 tahun itu, bukan tidak mungkin ia akan menghidupkan kembali pola kerja yang pernah di terapkan Luis Milla dan Shin Tae-yong.

Setelah resmi berpisah dengan Patrick Kluivert, kursi pelatih kepala Timnas Indonesia masih kosong. Beberapa kandidat pun disebut menjadi incaran PSSI untuk menangani skuad Merah Putih, termasuk Jay Idzes dan para pemain lainnya.

Bojan Hodak yang meraih sukses bersama Persib Bandung menjadi salah satu favorit. Namun setelah Kapadze mundur dari posisi asisten pelatih Timnas Uzbekistan, namanya kini muncul sebagai pesaing kuat untuk mengambil alih posisi pelatih Indonesia.

Kapadze telah menunjukkan kualitasnya lewat keberhasilan membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026. Jika ia di pilih PSSI, Indonesia bisa memperoleh sejumlah keuntungan, termasuk kemungkinan menghidupkan kembali tradisi penting warisan Milla dan Shin.

Baca Juga : Bruno Fernandes Sampaikan Pesan Keras Usai Portugal Raih Kemenangan Telak Tanpa Cristiano Ronaldo

Gaya Kepelatihan Luis Milla dan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Sebelum era “gerbong Belanda” masuk, Indonesia memiliki pola khas dalam manajemen kepelatihan. Pelatih utama tim senior biasanya juga ikut membimbing tim kelompok usia, sehingga tercipta kesinambungan dalam pengembangan pemain.

Shin Tae-yong pernah menerapkan sistem ini dengan sangat efektif. Ia menangani tim U-19, U-23, hingga senior secara bersamaan, sehingga pembinaan pemain berjalan selaras. Hasilnya, tiga kelompok usia tersebut berhasil menembus Piala Asia masing-masing.

Sebelum Shin, Luis Milla pun menggunakan pendekatan serupa. Melatih tim senior sekaligus U-23 memberi Milla keleluasaan untuk memantau talenta muda dan mempromosikan pemain potensial ke level tertinggi.

Tradisi ini sempat terhenti ketika PSSI menunjuk Kluivert, yang hanya fokus pada tim senior. Sementara tim U-20 dan U-23 diasuh oleh pelatih yang berbeda, sehingga alur pengembangan pemain tidak seintegratif sebelumnya.

Mungkinkah Timur Kapadze Menghidupkan Lagi Tradisi Tersebut?

Jika Kapadze menjadi pelatih baru Timnas Indonesia, PSSI berpeluang mengembalikan tradisi lama itu. Kapadze sendiri sudah terbiasa bekerja dengan tim kelompok usia. Ia pernah menangani Uzbekistan U-23, tim untuk Olimpiade, hingga Uzbekistan U-19 antara 2018–2019.

Saat ini, struktur pelatih kelompok usia Indonesia masih memiliki kekosongan. Nova Arianto memimpin Timnas U-17, sedangkan Indra Sjafri memegang U-22. Beberapa posisi lain masih belum terisi dan sangat mungkin didelegasikan kepada Kapadze jika ia ditunjuk sebagai pelatih Utama mirip seperti peran ganda yang pernah dilakukan Luis Milla dan Shin Tae-yong.

Sumber : Bolanet

By tim 3